DAMPMART PLC Heywood House
19 White Road, Plymouth, Devon
WONGTO INCOPORATED Your ref :
176 High Wall Road, Kowloon Our ref : LT/MY
Hongkong
25 April 2009
Dear Sirs,
INVOICE No. FC/17289
With reference to your Invoice No. FC/17289 sent on 18 April, we must point that you have made an error in total. According to our 1122.08 the correct figure is 112.28.
We enclose our cheque for 112.28 and would be obliged if you could either let us have tour credit note for 15 or amend the invoice appropriately.
We should be obliged if you could investigate these matter.
Yours faithfully,
Lia Trisnawati
Accounts Director
Selengkapnya...
Selasa, 22 Juni 2010
LETTER
Etika Dalam Setiap Profesi
Pada jurusan Sekretaris diberikan mata kuliah mengenai Etika Profesi di dalamnya membahas tentang:
1. Etika sering juga disebut etik berasal dari kata yunani ”ethos” artinya norma-norma, nilai-nilai, kaidahh-kaidah bagi tingkah laku manusia yang baik. Menurut Drs Sidi Goalba disebutkan bahwa etika ialah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk sejauh yang dapat ditentukanoleh akal.
Menurut pandangan para ahli etika sebenarnya tidak hanya ukuran perilalu yang baik saja, bahkan merupakanteori yang membedakan baik dan buruk sesuai dengan tingkat kecerdasan akan amanusia. Dengan kata lain bahwa etika atau etik tidak lai adalah aturan perilaku adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskanmana yang dianggap baik dan mana yang dianggap buruk.
Dalam A Hand Book Of christion Ethica disebutkan bahwa prinsip-prinsip moral yang benar berkembang menjadi tindakan kebiasaan, karakter. Menurut ilmu nirmatif manusia dipandang sebagai tenaga moral, mempertimbangkan tindakan, kebiasaan, karakter dengan tujuan yang benar atau salah serta kecenderungan kepada yang baik dan yang buruk.
2. Etiket berasal dari bahasa Prancil ”etiquette” yang artinya kartu undangan. Setiap kartu undangan dahulu dicantumkan peraturan yan gsesuai dengan kedidikan sosialnya. Misal aturan cara berbusana, bersikap, berbicara, tempat duduk dsb. Peraturan tersebut sekarang dikenal denan istilah protokoler. Pedoman tata cara pergaulan atau etiket harus menjadi pedoman pula bagi sorang sekretaris. Sebagai sekretaris harus trampil melakukan etiket pergaulan baik di kantor maupun diluar kantor sebagai sifat etis kepribadian profesionalnya.
3. Kode Etik adalah norma yang berlaku dilingkungan profesi tertentu. Menurut Drs. OP. Simarangkir: kode etik ialah persetujuan bersama yang timbul dari diri sendiri untuk lebih mengarahkan perkembangan mereka sesuai dengan nilai-nilai ideal yang diharapkan.
Kode etik yang terdapat pada organisasi profesi, pada umumnya memiliki peraturan dan pedoman etika maupun etik profesional yang merupakan hasil musyawarah dan mufakat para anggota kelompok profesi yang dihormati, ditaati dan dipraktekan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Apabila ada pelanggaran terhadap kode etik menyebabkan si pelaku akan mendapatkan cela atau noda karena telah ingkar dari kode etik. Sebagai akibat yang paling jelek bagi anggota yang ingkar serta melanggarnya berarti telah menodai korp profesinya. Akibatnya kepercayaan dankewibawaan dari masyarakat terhadap korps secara keseluruhan.
4. Norma berasal dari bahasa Belanda ”norm” artinya patokan hukum, kaidah hukum atau aturan. Di dalam bahasa Arab, norma disebut kaidah. Horma yang berisi hal-hal yang sangat mengikat menurut kaidah hukumnya disebut dengan hal-hal yang normatif yang pada umumnya dapat diterima oleh berbagai pihak.
5. Moral berasal dari bahasa latin ” mores” sedangkan dalam bahasa kita dikenal dengan istilah ”sila”. Manusia bermoral adalah manusia susila atau manusia yang mengetahui dan melaksanakan peraturan hidup yan glebih baik sesuai dengan ajaran yang diterima masyarakat.
Moral diterapkan di dalam masyarakat, setiap anggota masyarakat akan bertindak, berfikir, berperilaku sesuai dengan moral yan gmenjadi panutan mereka itu.
Selengkapnya...
Jumat, 23 April 2010
PERBUATAN DAN TANGGUNG JAWAB
B. Perbuatan Kemanusiaan
Dalam usaha manusia mencapai tujuan adalah melalui perbuatan atau aksi. Perbuatan manusia tersebut secara esensial menentukan tercapainya tindakan tujuan hidup manusia itu. Dari uraian St. Thomas maka perbuatan atau aksi dibedakan atas 2 macam:
1. perbuatan kemanusiaan (human act, actus humanus) perbuatan dengan pengertian dan kemauan, yang dilakukan di bawah kontrol budi dan will bebas.
2. perbuatan seseorang mausia (act of a man, actus humanus) adalah perbuatan kebetulan manusia yang dilakukan akan tetapi di dalam melakukannya tidak di bawah kontrol budi dan will bebas, jadi tanpa pengertian dan kebebasan.
I. Indikator-indikator perbuatan kemanusiaan.
St. Thomas mengatakan disebut perbuatan kenamusiaan ialah perbuatan-perbuatan yang dikuasai oleh budi dan willnya.
• Budi adalah perbuatan yang disadari dan atas dorongan hato nuraninya.
• Will adalah kehendak bebasnya tanpa adanya paksaan dan dilakukan secara sukarela.
Unsur-unsur bersifat (indikator) di dalam perbuatan kemanusiaan adalah
a. di ketahui atau dimengerti
b. disengaja atau sukarela : timbul dari potensi
c. bebas : sukarela/disengaja
Intelek: berniat dan bertujuan kepada suatu yang baik dan kemauan mengarah kepada yang kekal
Perbuatan sukarela adalah perbuatan yang dikehendaki yaitu tidak dipaksakan pada seseorang dari luar dan bukan perbuatan yang timbul secara spontan dari dalam.
II. Kesenjangan
Merupakan unsur esensial dalam perbuatan kemanusiaanmaka haruslah diperikasa lebih mendalam
III. Kesengajaan positif dan negatif
Perbedaannya: not willing tidak ada perbuatan kemauan di dalamnya dan karena tidak ada unsur kesengajaan. Willing not to do: mengandung di dalamnya perbuatan kemauan, suatu dengan sengaja atau penolakandengansengaja dan inilah kesengajaan yang benar-benar.
C. Perbuatan dan sistem penilaian
Titik berat penilaian etika sebagai ilmu, ialah pada perbuatan baik atau jahat, susila atau tidak susila 3 tahap (lavel):
1. tingkat pertama: semasih belum lahir jadi perbuatan masih berupa rencana dalam hati.
2. tingkat ke dua: sesudah berupa perbuatan nyata
3. tingkat ke tiga: akibat atau hasil dari perbuatan
D. Tanggung jawab
Seseorang mau bertanggung jawab karena adanya kesadaran atau adanya keinsyafan atas segala perbuatan dan akibat dan atas kepentingan pihak lain. tanggung jawab adalah ciri manusia beradap.
a. Pengertian tanggung jawab menurut Ensiklopedi umum ”kewajiban dalam melakukan tugas tertentu”.
b. WJS. Poerwodarminto ”suatu yang menjadi kewajiban untuk dilaksanakan dibahas dan sebagainya”.
c. Drs. Suyadi MP : ”kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja, tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya”.
Macam tanggung jawab:
a. tanggung jawab pada diri sendiri
b. tanggung jawab terhadap manusia
c. tanggung jawab terhadap lingkungan
d. tanggung jawab tehadap Tuhan
Kalau menurutmu tanggunga jawab apa? (^_^)
Selengkapnya...
TANGGUNG JAWAB MORAL MANUSIA
B. Perbuatan Kemanusiaan
Dalam usaha manusia mencapai tujuan adalah melalui perbuatan atau aksi. Perbuatan manusia tersebut secara esensial menentukan tercapainya tindakan tujuan hidup manusia itu. Dari uraian St. Thomas maka perbuatan atau aksi dibedakan atas 2 macam:
1. perbuatan kemanusiaan (human act, actus humanus) perbuatan dengan pengertian dan kemauan, yang dilakukan di bawah kontrol budi dan will bebas.
2. perbuatan seseorang mausia (act of a man, actus humanus) adalah perbuatan kebetulan manusia yang dilakukan akan tetapi di dalam melakukannya tidak di bawah kontrol budi dan will bebas, jadi tanpa pengertian dan kebebasan.
I. Indikator-indikator perbuatan kemanusiaan.
St. Thomas mengatakan disebut perbuatan kenamusiaan ialah perbuatan-perbuatan yang dikuasai oleh budi dan willnya.
• Budi adalah perbuatan yang disadari dan atas dorongan hato nuraninya.
• Will adalah kehendak bebasnya tanpa adanya paksaan dan dilakukan secara sukarela.
Unsur-unsur bersifat (indikator) di dalam perbuatan kemanusiaan adalah
a. di ketahui atau dimengerti
b. disengaja atau sukarela : timbul dari potensi
c. bebas : sukarela/disengaja
Intelek: berniat dan bertujuan kepada suatu yang baik dan kemauan mengarah kepada yang kekal
Perbuatan sukarela adalah perbuatan yang dikehendaki yaitu tidak dipaksakan pada seseorang dari luar dan bukan perbuatan yang timbul secara spontan dari dalam.
II. Kesenjangan
Merupakan unsur esensial dalam perbuatan kemanusiaanmaka haruslah diperikasa lebih mendalam
III. Kesengajaan positif dan negatif
Perbedaannya: not willing tidak ada perbuatan kemauan di dalamnya dan karena tidak ada unsur kesengajaan. Willing not to do: mengandung di dalamnya perbuatan kemauan, suatu dengan sengaja atau penolakandengansengaja dan inilah kesengajaan yang benar-benar.
C. Perbuatan dan sistem penilaian
Titik berat penilaian etika sebagai ilmu, ialah pada perbuatan baik atau jahat, susila atau tidak susila 3 tahap (lavel):
1. tingkat pertama: semasih belum lahir jadi perbuatan masih berupa rencana dalam hati.
2. tingkat ke dua: sesudah berupa perbuatan nyata
3. tingkat ke tiga: akibat atau hasil dari perbuatan
D. Tanggung jawab
Seseorang mau bertanggung jawab karena adanya kesadaran atau adanya keinsyafan atas segala perbuatan dan akibat dan atas kepentingan pihak lain. tanggung jawab adalah ciri manusia beradap.
a. Pengertian tanggung jawab menurut Ensiklopedi umum ”kewajiban dalam melakukan tugas tertentu”.
b. WJS. Poerwodarminto ”suatu yang menjadi kewajiban untuk dilaksanakan dibahas dan sebagainya”.
c. Drs. Suyadi MP : ”kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja, tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya”.
Macam tanggung jawab:
a. tanggung jawab pada diri sendiri
b. tanggung jawab terhadap manusia
c. tanggung jawab terhadap lingkungan
d. tanggung jawab tehadap Tuhan
Kalau menurutmu tanggunga jawab apa? (^_^)
Selengkapnya...
TANGGUNG JAWAB MORAL
Di dalam jurusan sekretaris terdapat mata kuliah Etika Profesi yang mengajarkan kepada mahasiswa tentang tindakan dan tanggung jawab seseorang di dalam dunia kerja/dunia bisnis.
A. Kesadaran dalam hal bertindak
Berupa kesadaran moral, yaitu suatu keinsyafan akan adanya kaidah kesusilaan, walaupun potensi atau dasar untuk itu barang kali sudah dimiliki sejak ia masih di dalam kandungan.
Penilaian melalui pikiran dan juga mungkin melalui perasaannya tersebut sering disebut sebagai penilaian etis atau moral.
Perkembangan pikir manusia tentang moral atau tingkah laku manusia dapat dikatakan mempunyai tiga tahapan atau tiga tingkat:
1. Tingkat in stink yaitu tindakan secara feflek atau spontan dimiliki manusia dan hewan. Misalnya tersulut api, kita secara reflek menghindar, mata kita kena sinar terlalu menyilaukan atau akan kemasukan debu kita cepat-cepat memejamkannya.
2. Tingkat kebiasaan yaitu suatu yang sudah disepakati dimiliki manusia dan hewan. Misalnya menunduk bila lewat di depan orang yang lebih tua, adat ninik mamak di Minangkabau yang lain dengan patrilinial yang berlaku di Masyarakat Jawa
3. Tingkat Kesadaran yang dimiliki hanya pada manusia. Misalnya seseorang mendapatkan kebebasan untuk memutuskan dan menentukan kebebasan moralnya sendiri, oleh sebab itu ia pun harus mempertanggung jawabkan sebagai keputusan dan tanggung jawabnya sendiri.
Tahap-tahap pertumbuhan moral dari Kholberg sebagai mana diuraikan Eka Darma Putra dalam bukunya Etika Sederhana Untuk Semua. Kohlberg membedakan tiga jenjang kesadaran moral yaitu:
1. Moralitas Pra Konvensional
a. Moralitas takut hukum, didasarkan kepada ketakutan akan hukum. Misalnya jangan mencuri, jika nanti mencuri akan mendapat hukuman pidana.
b. Moral instrumental, tidak lagi didasarkan kepada perasaan takut hukum semata, tetapi didasarkan pada perhitungan akan akibat suatu perbuatan dilihat dari sudut kepentingandiri sendiri. Moralitas ini dilihat sebagai alat untuk mengurangi pederitaan sejauh mungkin. Misalnya bila saya korupsi saya tidak akan dipercaya lagi.
2. Moralitas Konvensional
a. Moralitas patuh pada masyarakat, terdapat pada masyarakat gemeinschaft atau pedesaan. Ukuran baik dan jagat tidak lagi ditetapkan diri sendiri dengan segala perhitungannya, tetapi ditetapkan masyarakat. Perbuatan baik adalah perbuatan yang memenuhi harapan masyarakat. Jahat adalah yang bertentangan dengan harapan masyarakat.
b. Moralitas Patuh Hukum, moralitas sebagai tuntutan hukum yang lebih berdimensi universal.
3. Moralitas Purna Konvensional
a. Moralitas rasional, lebih pada rasio manusia tidak lagi terkukung oleh kepatuhan kepada hukum yang berlaku seperti pada tahap sebelumnya.
b. Moralitas suara hati, keputusan moral tidak hanya didasarkan kepada pertimbangan rasional tetapi didasarkan kapada suara hati yaitu desakan yang terdapat dalam kehidupan batin manusia untuk menimbang nimbang perilakunya, apakah keputusan ini diambil atau ditinggalkan.
Dalam tahap pra konvensional dan konvensional tuntutan moral bersifat: heteronom adalah ditetapkan oleh pihak di luar pelakunya. Moralitas rasioanal tuntutan moral bersifat otonom adalah tuntutan yang berasal dari pelakunya.
Selengkapnya...
Rabu, 31 Maret 2010
Kelebihan-Kerugian Tata Ruang Kantor
Sekretaris Politama | Buat Lencana Anda
Keuntungan-keuntukan tata ruang kantor yang terbuka adalah;
a. Pengawasan lebih baik,
b. Penghematan ruang lantai
c. Penataan tata ruang yang lebih fleksibel
d. Penghematan ruangan
e. Penempatan dan penggunaan mesin-mesin dan perlengkapan yang lebih baik
f. Pengurangan dan penambahan personil lebih mudah dilaksanakan
Kerugian-kerugiannya adalah:
a. Keamanan berkurang untuk pekerjaan yang bersifat rahasia dan penanganan uang
b. Gangguan tamu dan pergerakan umum
c. Kebisingan umum
d. Penyakit menular dapat menyebar
e. Penurunan semangat kerja karena adanya penyeragaman yang nyata dan kehilangan individualitas/privacy serta berkurangnya rasa memiliki kepedulian terhadap kelompok kerja
f. Kehilangan status yang nyata dikalangan staf senior (untuk perusahaan)
Selengkapnya...
TATA RUANG KANTOR YANG BAIK
Persyaratan tata tuang kantor yang baik harus mempunyai persyaratan sebagai berikut:
1. Tuang yang tersedia dapat dipergunakan secara efisien.
2. Tersedianya pelayanan-pelayanan yang menunjang pekerjaan kantor(telepon,tenaga listrik,komputer dll)
3. Pimpinan dapat dengan mudah melakukan pengawasan
4. dapat tercapainya dan terpeliharanya rasa kesatuan dan kesetiaan diantara para pegawai
5. Terciptanya komunikasi dan arus kerja lebih lancar
6. Mobilitas pegawai tidak terganggu oleh letak dan susunan perlengkapan kantor (meja, kursi, lemari, mesin)
7. Perlengkapan kantor yang mengganggu supaya ditempatkan pada ruang terpisah
8. Susunan tempat dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan dan sewaktu-waktu
Selengkapnya...
Kamis, 11 Maret 2010
Perbuatan dan Tanggung Jawab
B. Perbuatan Kemanusiaan
Dalam usaha manusia mencapai tujuan adalah melalui perbuatan atau aksi. Perbuatan manusia tersebut secara esensial menentukan tercapainya tindakan tujuan hidup manusia itu. Dari uraian St. Thomas maka perbuatan atau aksi dibedakan atas 2 macam:
1. perbuatan kemanusiaan (human act, actus humanus) perbuatan dengan pengertian dan kemauan, yang dilakukan di bawah kontrol budi dan will bebas.
2. perbuatan seseorang mausia (act of a man, actus humanus) adalah perbuatan kebetulan manusia yang dilakukan akan tetapi di dalam melakukannya tidak di bawah kontrol budi dan will bebas, jadi tanpa pengertian dan kebebasan.
I. Indikator-indikator perbuatan kemanusiaan.
St. Thomas mengatakan disebut perbuatan kenamusiaan ialah perbuatan-perbuatan yang dikuasai oleh budi dan willnya.
• Budi adalah perbuatan yang disadari dan atas dorongan hato nuraninya.
• Will adalah kehendak bebasnya tanpa adanya paksaan dan dilakukan secara sukarela.
Unsur-unsur bersifat (indikator) di dalam perbuatan kemanusiaan adalah
a. di ketahui atau dimengerti
b. disengaja atau sukarela : timbul dari potensi
c. bebas : sukarela/disengaja
Intelek: berniat dan bertujuan kepada suatu yang baik dan kemauan mengarah kepada yang kekal
Perbuatan sukarela adalah perbuatan yang dikehendaki yaitu tidak dipaksakan pada seseorang dari luar dan bukan perbuatan yang timbul secara spontan dari dalam.
II. Kesenjangan
Merupakan unsur esensial dalam perbuatan kemanusiaanmaka haruslah diperikasa lebih mendalam
III. Kesengajaan positif dan negatif
Perbedaannya: not willing tidak ada perbuatan kemauan di dalamnya dan karena tidak ada unsur kesengajaan. Willing not to do: mengandung di dalamnya perbuatan kemauan, suatu dengan sengaja atau penolakandengansengaja dan inilah kesengajaan yang benar-benar.
C. Perbuatan dan sistem penilaian
Titik berat penilaian etika sebagai ilmu, ialah pada perbuatan baik atau jahat, susila atau tidak susila 3 tahap (lavel):
1. tingkat pertama: semasih belum lahir jadi perbuatan masih berupa rencana dalam hati.
2. tingkat ke dua: sesudah berupa perbuatan nyata
3. tingkat ke tiga: akibat atau hasil dari perbuatan
D. Tanggung jawab
Seseorang mau bertanggung jawab karena adanya kesadaran atau adanya keinsyafan atas segala perbuatan dan akibat dan atas kepentingan pihak lain. tanggung jawab adalah ciri manusia beradap.
a. Pengertian tanggung jawab menurut Ensiklopedi umum ”kewajiban dalam melakukan tugas tertentu”.
b. WJS. Poerwodarminto ”suatu yang menjadi kewajiban untuk dilaksanakan dibahas dan sebagainya”.
c. Drs. Suyadi MP : ”kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja, tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya”.
Macam tanggung jawab:
a. tanggung jawab pada diri sendiri
b. tanggung jawab terhadap manusia
c. tanggung jawab terhadap lingkungan
d. tanggung jawab tehadap Tuhan
Kalau menurutmu tanggunga jawab apa? (^_^)
Selengkapnya...
tanggung jawab moral
Di dalam jurusan sekretaris terdapat mata kuliah Etika Profesi yang mengajarkan kepada mahasiswa tentang tindakan dan tanggung jawab seseorang di dalam dunia kerja/dunia bisnis.
A. Kesadaran dalam hal bertindak
Berupa kesadaran moral, yaitu suatu keinsyafan akan adanya kaidah kesusilaan, walaupun potensi atau dasar untuk itu barang kali sudah dimiliki sejak ia masih di dalam kandungan.
Penilaian melalui pikiran dan juga mungkin melalui perasaannya tersebut sering disebut sebagai penilaian etis atau moral.
Perkembangan pikir manusia tentang moral atau tingkah laku manusia dapat dikatakan mempunyai tiga tahapan atau tiga tingkat:
1. Tingkat in stink yaitu tindakan secara feflek atau spontan dimiliki manusia dan hewan. Misalnya tersulut api, kita secara reflek menghindar, mata kita kena sinar terlalu menyilaukan atau akan kemasukan debu kita cepat-cepat memejamkannya.
2. Tingkat kebiasaan yaitu suatu yang sudah disepakati dimiliki manusia dan hewan. Misalnya menunduk bila lewat di depan orang yang lebih tua, adat ninik mamak di Minangkabau yang lain dengan patrilinial yang berlaku di Masyarakat Jawa
3. Tingkat Kesadaran yang dimiliki hanya pada manusia. Misalnya seseorang mendapatkan kebebasan untuk memutuskan dan menentukan kebebasan moralnya sendiri, oleh sebab itu ia pun harus mempertanggung jawabkan sebagai keputusan dan tanggung jawabnya sendiri.
Tahap-tahap pertumbuhan moral dari Kholberg sebagai mana diuraikan Eka Darma Putra dalam bukunya Etika Sederhana Untuk Semua. Kohlberg membedakan tiga jenjang kesadaran moral yaitu:
1. Moralitas Pra Konvensional
a. Moralitas takut hukum, didasarkan kepada ketakutan akan hukum. Misalnya jangan mencuri, jika nanti mencuri akan mendapat hukuman pidana.
b. Moral instrumental, tidak lagi didasarkan kepada perasaan takut hukum semata, tetapi didasarkan pada perhitungan akan akibat suatu perbuatan dilihat dari sudut kepentingandiri sendiri. Moralitas ini dilihat sebagai alat untuk mengurangi pederitaan sejauh mungkin. Misalnya bila saya korupsi saya tidak akan dipercaya lagi.
2. Moralitas Konvensional
a. Moralitas patuh pada masyarakat, terdapat pada masyarakat gemeinschaft atau pedesaan. Ukuran baik dan jagat tidak lagi ditetapkan diri sendiri dengan segala perhitungannya, tetapi ditetapkan masyarakat. Perbuatan baik adalah perbuatan yang memenuhi harapan masyarakat. Jahat adalah yang bertentangan dengan harapan masyarakat.
b. Moralitas Patuh Hukum, moralitas sebagai tuntutan hukum yang lebih berdimensi universal.
3. Moralitas Purna Konvensional
a. Moralitas rasional, lebih pada rasio manusia tidak lagi terkukung oleh kepatuhan kepada hukum yang berlaku seperti pada tahap sebelumnya.
b. Moralitas suara hati, keputusan moral tidak hanya didasarkan kepada pertimbangan rasional tetapi didasarkan kapada suara hati yaitu desakan yang terdapat dalam kehidupan batin manusia untuk menimbang nimbang perilakunya, apakah keputusan ini diambil atau ditinggalkan.
Dalam tahap pra konvensional dan konvensional tuntutan moral bersifat: heteronom adalah ditetapkan oleh pihak di luar pelakunya. Moralitas rasioanal tuntutan moral bersifat otonom adalah tuntutan yang berasal dari pelakunya.
Selengkapnya...
Selasa, 02 Maret 2010
Macam Surat Niaga
PT.
JL. IMOGIRI 51
![]()
145/PB/11/2000 30 January 2000
Kepada perusahaan keramik “PRAMBANAN”
Jl. Cimanggis 98
Jakarta
PENERIMAAN BARANG
Dengan hormat,
Dengan gembira kami kabarkan kepada Tuan, bahwa pengiriman 2 buah Hoogspanning isolator R.M. 23, yang kami minta secara lisan pada tanggal 3 January 2000 pada pertemuan di rumah Direksi tanggal 10 January 2000 melalui utusan Tuan, telah kami terima dengan baik.
Pada tanggal 12 January 2000 isolator tersebut telah kami coba denga penelitian teus menerus selama hamper tiga bulan di laboratorium kami dan pada tanggal 28 Maret 2000 kami telah memutuska secara bulat, bahwa isolator tersebut adalah yang pertama kali dimuat dan dirancang oleh bangsa Indonesia sndiri berhasil dengan memuaskan sekali. Bahkan standarisasinya sama dengan buatan sienmens.
Kami atas nama seluruh direksi, staff ahli dan para karyawan mengucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tuan dan para pembantu Tuan seluruhnya. Dan dalam waktu singkat ini kami akan menyampaikan kepada Tuan laporan selengkapnya mengenai data-data pengujian tersebut mulai dari tegangan 10 KV sampai 150 KV.
Demikianlah, sekali lagi kami ucapkan selamat.
Hormat kami,
PT. GAYA LISTRIK
HARYANTO
(Direktur)
TOKO “SERBA MODERN”
Jl. Pemuda No. 17
Surabaya
![]()
Nomor : 325/II/SK/00 16 January 2000
Lamp : -
Hal : Permintaan Daftar Harga Kepada firma SAKURA & CO
Jl. Hayam Wuruk 145
Dengan hormat,
Dengan gembira kami kabarkan kepada tuan, bahwa sejak bulan yang lalau kami selain menjual barang-barang kelontong dan berbagai macam pakain jadi, juga telah diperluas dengan menjual berbagai arloji dan jam dinding
Sehubungan dengan itu kami harap Tuan dapat memberikan kepada kami “Daftar Harga” arloji import ex Swiss atau Jepang yang ada dalam persediaan Tuan.
Oleh karina kami baru pertama kali mengadakan hubungan dagang dengan Tuan, maka kami ingin diberi penjelasan mengenai syarat-syarat pembayaran penyerahan dan discount yang dapat Tuan berikan. Disamping itu bila ada brosur tentang barang-barang tersebut hendaknya Tuan jelaskan lagi tentang arloji-arloji tersebut.
Atas perhatian tuan kami ucapkan terimakasih.
Hormat kami,
Toko “ SERBA MODERN”
Suharjo
Pemilik
PT. GAYA LISTRIK
JL. IMOGIRI 51
SURABAYA
![]()
145/PB/11/2000 30 January 2000
Kepada perusahaan keramik “PRAMBANAN”
Jl. Cimanggis 98
Jakarta
PENERIMAAN BARANG
Dengan hormat,
Dengan gembira kami kabarkan kepada Tuan, bahwa pengiriman 2 buah Hoogspanning isolator R.M. 23, yang kami minta secara lisan pada tanggal 3 January 2000 pada pertemuan di rumah Direksi tanggal 10 January 2000 melalui utusan Tuan, telah kami terima dengan baik.
Pada tanggal 12 January 2000 isolator tersebut telah kami coba denga penelitian teus menerus selama hamper tiga bulan di laboratorium kami dan pada tanggal 28 Maret 2000 kami telah memutuska secara bulat, bahwa isolator tersebut adalah yang pertama kali dimuat dan dirancang oleh bangsa Indonesia sndiri berhasil dengan memuaskan sekali. Bahkan standarisasinya sama dengan buatan sienmens.
Kami atas nama seluruh direksi, staff ahli dan para karyawan mengucapkan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tuan dan para pembantu Tuan seluruhnya. Dan dalam waktu singkat ini kami akan menyampaikan kepada Tuan laporan selengkapnya mengenai data-data pengujian tersebut mulai dari tegangan 10 KV sampai 150 KV.
Demikianlah, sekali lagi kami ucapkan selamat.
| Hormat kami PT. GAYA LISTRIK HARYANTO (Direktur) |
PT. INTI KOMPUTER
Jl. Pacuan Kuda No. 15 Pulo Mas Jakarta Timur
Telp. 7890068
371/PK/X/00 10 February 2000
Yth. Pimpinan Kursus Wiraswasta
Jalan Kalibata Raya No. 42
Jakarta
Hal : Pesanan Saudara No. 322/A/2000
Dengan hormat,
Kami mengucapkan terima kasih atas
Namun jika saudara tidak keberatan kami sarankan agar saudara menganti pesanan tersebut dengan Komputer IBM TX 041. harga Komputer ini jauh lebih murah sedangkan kemampuannya tidak jauh berbeda dari type TX 041. Bersama ini kami kirimkan brosure computer tersebut.
Jika saudara menyetujui saran kami ini, harap memberi kabar dengan segera agar kami dapat mempersiapkan pengiriman lebih awal.
Wassalam
Rina Sari
Direktris
Lampiran : Brosur
Py/tr
SUMBER REJEKI
Jalan Pahlawan 78
Nomor : 123/sr/97 20 January 1997
Lamp : 1 helai Kepada
Hal : Pesanan Kipas Angin PT. NASIONAL
Merk “NASIONAL” GLOBAL
PO.BOX No. 1
Kramatjati
Dengan hormat,
Dengan ini kami mintalah kesidiaan tuan mengirimkan kepada kami 2(dua) buah kipas angina merk “NASIONAL” TYPE F30 TNB ukuran 13 inci harga Rp. 78.000.000,00 perbuah dengan perantaraan bis malam ekspress “Bayangkara”.
Uang pembayaran kopas angina tersebut sebesar Rp. 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) telah kami kirimkan hari ini ke alamat tuan melalui Bank Bumi Daya Cabang Surabaya. Copy tanda bukti peniriman uang kami lampirkan pada
Bila mutunya memang susuai dengan keterangan teknis seperti yang tercantum dalam brosurnya sudah pasti kami akan memesan lagi dalam jumlah yang lebih besar. Untuk itu kami harapkan tuan dapat memberikan disbount yang memuaskan.
Kami harap kipas angina itu dapatkami terima dalam minggu ini juga. Sambil menunggu kiriman tuan sebelumnya kami ucapkan terima kasih.
| Hormat kami, CV. SUMBER REKELO SURYANTO DIREKSI |
PT. SEPATU NASIONAL
Jl. Pasar Minggu No. 25
JAKARTA
5 Maret 2000
Nomor : 75/V-II/G/2000
Lamp : 1 helai
Hal : Penawaran Harga Sepatu “NIKE”
TOKO BUKIT BARISAN
Jl. Gajah Mada 17
Bukit Tinggi
Dengan hormat,
Seperti saudara maklum, menjelang penyelenggaraan pesta olah raga Internasional bulan Nopember yang akan datang kami telah membuka perusahaan sepatu nasional “NIKE” dengan mempergunakan mesin morern dan tenaga kerja yang sudah terlatih serta berpengalaman kami memberikan jaminan atas sepatu keluarga pabrik kami.
Dari daftar harga yang kami lampirkan pada surat ini saudara dapat melihat, bahwa harga sepatu yang kami tawarkan ini adalah jauh lebih rendah dari pada harga sepatu “Glote” yang tersebut itu. Namun demikian model dan kualitas ditanggung lebih baik dari yang lain.
Untuk pengiriman barang silahkan menurut keinginan pemesan dan untuk daerah luar Jawa biasanya dikirimkan melalui kapal laut dengan biaya pengakutan ditanggung pemesan.
Kami percaya saudara tidak akan melewatkan kesempatan yang baik ini, dan sambil menunggu pesanan saudara kami ucapkan terima kasih.
| Hormat kami, PT. SEPATU NASIONAL Drs. Sujatmo Kartopadi Manajemen Penjualan |
TOKO RADIO/TV MODERN
Jl. Serayu 14
MEDAN
No : 251/II/F/2000 5 Maret 2000
Lamp : 1 helai
Hal : Pesanan Pesawat TV
PT. SHARP
Jl. Otto iskandardinata 21
Dengan hormat,
Berdasarkan daftar harga tersebut kami minta agar segera dikirim pesawat TV Merk Sharp dengan Type dan ukuran sebagai berikut:
- 5 buah type 10B-10A ukuran 14” @Rp. 450.000 = 2.250.000
- 5 buah type 202-10A ukuran 20” @ Rp. 675.000 = 3.750.000
Discount 15%
Dengan harga fob Tanjung Emas.
Uang pembayaran TV tersebut ebesar 75% telah kami kirimkan melalui BNI 46 cabang
Kami harap barang-barang tersebut dapat diterima selambat-lambatnya pertengahan bulan depan.
Atas perhatian saudara kami ucapkan terima kasih.
| Hormat kami, Toko Radio/TV Medan Drs. Amel Darmadel Manajer |
PT. KENCONO UNGU
Jalan Jendral Sudirman
SURABAYA
46/P/II/2000
PT. JASA ELEKTRONIK
Jl. Budi Mulyono
JAKARTA UTARA
Hal : Permintaan pengawasan Peralatan Kantor
Dengan hormat,
Dengan gembira kami kabarkan kepada saudara, bahwa PT. Kencono Ungu yang berdiri sejak tahun 1965,berusaha dibidang kerajinan. Dan perusahaan kami akan membuka cabang di wilayah Solo.
Sehubungan dengan itu, kami harap sudah dapat memberikan informasi kepada kami tentang peralatan kantor seperti mesin ketik, computer, buku, pena, dan pera;atan kantor yang lain.
Oleh karena perusahaan kami baru pertama kali mengadakan hubungan dengan saudara, maka kami ingin diberi penjelasan mengenai syarat-syarat pembayaran, pengiriman, discount yang dapat saudara berikan, dll. Disamping itu bila ada brosur tentang barang tersebut hendaknya saudara dapat mengirimkan kepada kami, agar kami dapat mengetahui lebih jelas lagi tentang peralatan kantor.
Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.
| Hormat kami, PT. KENCONO UNGU Gregorius Personel Manajer |
Senin, 01 Maret 2010
ETIKA PROFESI
Pada jurusan Sekretaris diberikan mata kuliah mengenai Etika Profesi di dalamnya membahas tentang:
1. Etika sering juga disebut etik berasal dari kata yunani ”ethos” artinya norma-norma, nilai-nilai, kaidahh-kaidah bagi tingkah laku manusia yang baik. Menurut Drs Sidi Goalba disebutkan bahwa etika ialah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk sejauh yang dapat ditentukanoleh akal.
Menurut pandangan para ahli etika sebenarnya tidak hanya ukuran perilalu yang baik saja, bahkan merupakanteori yang membedakan baik dan buruk sesuai dengan tingkat kecerdasan akan amanusia. Dengan kata lain bahwa etika atau etik tidak lai adalah aturan perilaku adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskanmana yang dianggap baik dan mana yang dianggap buruk.
Dalam A Hand Book Of christion Ethica disebutkan bahwa prinsip-prinsip moral yang benar berkembang menjadi tindakan kebiasaan, karakter. Menurut ilmu nirmatif manusia dipandang sebagai tenaga moral, mempertimbangkan tindakan, kebiasaan, karakter dengan tujuan yang benar atau salah serta kecenderungan kepada yang baik dan yang buruk.
2. Etiket berasal dari bahasa Prancil ”etiquette” yang artinya kartu undangan. Setiap kartu undangan dahulu dicantumkan peraturan yan gsesuai dengan kedidikan sosialnya. Misal aturan cara berbusana, bersikap, berbicara, tempat duduk dsb. Peraturan tersebut sekarang dikenal denan istilah protokoler. Pedoman tata cara pergaulan atau etiket harus menjadi pedoman pula bagi sorang sekretaris. Sebagai sekretaris harus trampil melakukan etiket pergaulan baik di kantor maupun diluar kantor sebagai sifat etis kepribadian profesionalnya.
3. Kode Etik adalah norma yang berlaku dilingkungan profesi tertentu. Menurut Drs. OP. Simarangkir: kode etik ialah persetujuan bersama yang timbul dari diri sendiri untuk lebih mengarahkan perkembangan mereka sesuai dengan nilai-nilai ideal yang diharapkan.
Kode etik yang terdapat pada organisasi profesi, pada umumnya memiliki peraturan dan pedoman etika maupun etik profesional yang merupakan hasil musyawarah dan mufakat para anggota kelompok profesi yang dihormati, ditaati dan dipraktekan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Apabila ada pelanggaran terhadap kode etik menyebabkan si pelaku akan mendapatkan cela atau noda karena telah ingkar dari kode etik. Sebagai akibat yang paling jelek bagi anggota yang ingkar serta melanggarnya berarti telah menodai korp profesinya. Akibatnya kepercayaan dankewibawaan dari masyarakat terhadap korps secara keseluruhan.
4. Norma berasal dari bahasa Belanda ”norm” artinya patokan hukum, kaidah hukum atau aturan. Di dalam bahasa Arab, norma disebut kaidah. Horma yang berisi hal-hal yang sangat mengikat menurut kaidah hukumnya disebut dengan hal-hal yang normatif yang pada umumnya dapat diterima oleh berbagai pihak.
5. Moral berasal dari bahasa latin ” mores” sedangkan dalam bahasa kita dikenal dengan istilah ”sila”. Manusia bermoral adalah manusia susila atau manusia yang mengetahui dan melaksanakan peraturan hidup yan glebih baik sesuai dengan ajaran yang diterima masyarakat.
Moral diterapkan di dalam masyarakat, setiap anggota masyarakat akan bertindak, berfikir, berperilaku sesuai dengan moral yan gmenjadi panutan mereka itu.
Selengkapnya...
Sabtu, 27 Februari 2010
Sejarah Mesin Tulis
Telah lama orang menemukan cara bagaimana membuat kertas. Cara membuat kertas telah diketemukan di Tiongkok yaitu sekitar tahun 105. tetapi penemuan tersebut justru kemudian disempurnakan oleh orang-orang Eropa, yakni sekitar tahun 1100, namun keefektifannya belum terlalu dimanfaatkan sebagai media cetak. Karena waktu itu orang masih menulis dengan menggunakan pena. Setelah itu baru mulai digunakan alat cetak.
Tahun 1714 di Inggris telah dicipkatan mesin cetak yang dapat membubuhkantulisan lebih cepat oleh Ir. Henry Mill. Kemudian tahun 1867 disusul 3 orang berkebangsaan Amerika berdarah Inggris, masing-masing Cristopher Latham Sholes, Carlos Glidden, dan Samuel W. Soule berhasil menciptakan mesin tulis.hasil ciptaannya kemudian dipamerkan dan mendapat hak paten yang pertama kali pada tanggal 23 Juni 1968 oleh Ratu Inggris. Selanjutnya yang kedua tanggal 14 Juli 1968 atas penyempurnaannya sebagai mesin tulis efisien.
PERKEMBANGAN MESIN TULIS
Pada mula diciptakan mesin tulis manual tiap tombol memuat satu huruf anggak ataupun tanda. Tetapi kemudian dibuatlah tiap tombol memuat 2 huruf atau tanda an kemudian 3 macam yang terdiri dari 2 huruf dan 1 tanda/angka.
Mesin tulis yang tap tombol memuat 3 macam huruf/angka/tanda justru dirasakurang efisen. Dari itulah kembalikepada mesin tulis yang tiap tombolnya memuat 2 huruf, angka ataupun tanda. Hal ini berlaku higga sekarang.
Dari meisn tulis biasa/manual yang seluruhnya digerakkan oleh tenaga manusia, selanjutnya dibantu dengan tenaga listrik yang dikenal dengan istilah mesin tulis elektrik atau electric typewriter. Kemudian muncul jenis mesin tulis yang lebih maju yaitu mesin tulis elektrik (electronic typewriter)
Ditinjau dari fisik huruf-hurufnya, pertama kalidibuat model batang (bar) kemudian berkembang model golf ball yang diprakarsai oleh IBM (International Business Machine). Apalagi menghendaki model huruf lain, makan tinggal mengganti bola hurufnya. Dari huruf model bola golf, seterusnya muncul model huruf daisy sweel. Huruf-hurufnya tersusun dalam bentuk piringan atau roda. Model ini pun dapat diganti seperti halnya huruf model bola golf. Dan bahkan ada pula uang menggunakan layar display serta dapat dihubungkan dengan perangkat unit komputer
Laju perkembanganteknologi pun tidak dapat dibendung. Sampai akhirnya diciptakan komputer, dan komputer itu sendiri terus berkembang, selaras dengan perkembangan peradaban manusia. Lebih-lebih dalam era globalisasi teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini yang sangat kompleks, dunia elektronika yang di dalamnya termasuk perangkat keras komputer semakin maju dan canggih.
Kemudian dalam perkembangan selanjutnya digunakanlah komputer. Lebih-lebih dari hasil pengamatan seorang sarjana Amerika (George Terry) pernah mengemukakan bahwa pekerjaan memegang prosentasi paling tinggi, yaitu hampir mencapai 25% dalam lingkup dunia perkantoran. Sementara untuk calculating 19,5% checking 12,3%, filling 10,2%, telephoning 8,8%, duplicating 6,4%, mailing 5,5%, dan lainnya12,7%
Sesudah mesin tulis “The Remington” diproduksi kemudian muncul berbagai merk lain yakni:
1. Abc
2. Addo
3. adler
4. Brother
5. Canon 6. Erika
7. Flying Fish
8. Halda
9. Olivetti SankeiRoyal
10. Standard
Jenis Mesin Tulis
1. Ditinjau dari tenaga penggerak:
a. Mesin tulis tangan (mesin ketik manual
b. Mesin tulis elektrik
c. Mesin tulis elektronik
2. Ditinjau dari besar kecilnya “body” mesin:
a. Porteble
b. Semi Standrad
c. Standrad
3. Dipandang dari panjang pendeknya wagon:
a. Gandaran pendek
b. Semi long wagon
c. Long wagon
4. Dipandang dari kecilnya huruf;
a. Pica ( tiap inci = 10 huruf)
b. Elite 11(tiap inci = 11 huruf)
c. Elite 12 (tiap inci =12 huruf)
d. Parel (tiap inci = 15 huruf)
5. Ditinjau dari model huruf:
a. Huruf tegal (Block)
b. Huruf miring atau condong (Cruis)
6. Dipandang dari jenis pita:
a. Kain (catton)
b. Nilon
c. Film
Bagian mesin tulis
1. Kunci Marjin
2. Bel
3. Penopang kertas
4. Pembebas Sandaran kertas
5. Pembebas Gandaran
6. Pembebas Rol
7. Pembebas kertas
8. Penuntun Kertas
9. Rol gulung
10. tombol rol
11. pegangan rol
12. Giri-giri rol
13. pengatur pita 14. Rol Penindih kertas
15. Papan penghapus
16. Pengatur jarak baris
17. Kait
18. Skala
19. Penjepit kertas
20. Pengunci gadaran
21. Penyangga pita
22. Pita mesin tulis
23. Gulungan pita
24. Tutup gulungan
25. pengatur jalannya pita
26. Typewriter cover
Rabu, 17 Februari 2010
Praktek Kerja Industri (PKL)
Mahasiswi Jurusan Sekretaris telah menyebar di berbagai perusahaan untuk melaksanakan PKL. Syarat untuk menempuh Tugas Akhir (TA) banyak yang merasa senang, ada pula yang sedih karena meninggalkan teman-temannya. PKL dilaksanakan selama 2 bulan, setelah melaksanakan PKL diharuskan menyusun Laporan PKL dan diserahkan kepada lembaga.
PKL memiliki manfaat yaitu
1. memberikan pengalaman kepada mahasiswa melihat dunia kerja yang sesungguhnya di luar sana.
2. memperkenalkan Kampus POLITAMA kepada masyarakat dan perusahaan tempatnya PKL
3. mahasiswa dapat menuangkan ilmunya di perusahaan tersebut.
4. mahasiswa dapat menggali ilmu yang belum dia dapat di Kampusnya
5. melatih keberanian mahasiswa beriteraksi
Selengkapnya...


